Tumbuh sebagai anak yatim piatu, Defne—seorang cenayang pemula yang pemarah—mendapati dirinya berada di kota kuno Side (Antalya) ditemani oleh arwah seorang revolusioner Marxis, seorang pekerja seks, dan seorang pendeta wanita dari zaman purba, sembari mencari sosok ibu yang telah lama hilang.


